This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tuesday, 20 October 2015

Micrometer

Micrometer adalah alat ukur dimensi yang menggunakan mekanisme graduated screw untuk menghasilkan pergerakan linier spindel yang presisi sepanjang axis tersebut, sehingga dapat memberikan data hasil pengukuran yang konstan.

Setidaknya ada 3 jenis micrometer berdasarkan fungsi :
1. Micrometer Luar
2. Micrometer Dalam
3. Micrometer kedalaman

Buat yang ingin Handbook Teknik Mesin Disini

Sedangkan berdasarkan pembacaan skala, terdapat 2 jenis micrometer, yaitu :

1. Standard Micrometer (dengan skala vernier)
2. Digital Micrometer

Gambar dan bagian-bagiannya :
Pembacaan Skala
Skala dapat dibaca secara langsung sampai ketelitian 0,01 mm, seperti yang diperlihatkan pada gambar diatas, tetapi juga dapat diperkirakan sampai ketelitian 0,001 mm ketika skalanya hampir segaris, karena garis skala memiliki ketebalan 1/5 dari jarak diantara garis skala tersebut. 

Seperti yang diperlihatkan pada gambar dibawah ini.

Micrometer with vernier scale (graduation : 0,001 mm)
Skala vernier terdapat diatas garis skala pada sleeve yang memudahkan kita untuk membaca skala pada sleeve yang sampai ketelitian 0,001 mm.
Persiapan :
1. Pilihlah micrometer sesuai dengan pengukuran yan akan dilakukan (jenis micrometer, range ukuran, graduation, dan spesifikasi lainnya).
2. Periksa masa kalibrasi dari alat ukur tersebut.
3. Pada interchangeable anvil dan tester pieces telah terkalibrasi.
4. Pada interchangeable anvil micrometer, pasang interchangeable anvil tegak lurus dengan tempat dimana anvil tersebut dipasang. Kemudian putar bolt dibelakang anvil searah jarum jam.


5. Cekam secara ringan selembar kertas pada bagian anvil, kemudian secara lembut tarik kertas tersebut melalui anvil.
6. Periksa gerigi penyebab goresan pada permukaan ukur micrometer. Gerigi sering ditemukan diujung luar pada permukaan ukur micrometer. Jika gerigi tersebut ditemukan, maka gunakan fine-grainder oilstone untuk menghilangkannya jika diperlukan.
7. Periksalah perputaran thimble secara merata, jika perputaran thimble terlalu ketat atau lengket, bongkar instrument tersebut. Bersihkan dan rakit ulang. Periksa perputaran sekali lagi. Jika masalah serupa masih ada maka dicurigai sebagai alat yang rusak. Alat tersebut sebaiknya diperbaiki atau dibuang. (dilakukan oleh personel khusus).
8. Pastikanlah Retchet dapat diputar dengan baik. Jika tidak bongkar dan bersihkah. Jika hal ini tidak menambahkan apapun, ratchet mungkin perlu diganti. (dilakukan oleh personel khusus).
9. Periksa apakah spindle locknya berfungsi efektif. Sebuah micrometer yang spindle locknya tidak berfungsi efektif mungkin harus dikembalikan ke perusahaan yang memproduksi untuk diperbaiki.
10. Jika pergerakan terlalu kaku. Jangan mencelupkan micrometer dalam larutan, jika micrometer perlu dibersihkan, bongkar dan cuci dalam larutan pembersih dan lumasi ulang sebelum dirakit.
11. Jangan gunakan kompressor udara untuk membersihkan micrometer. Udara berkecepatan tinggi dapat membuat partikel abrasive masuk ke dalam system mekanik.
12. Bersihkan micrometer dari debu sebelum digunakan, bersihkan juga bagian spindle dan permukaan ukur dengan kain bersih.

Buat yang ingin Handbook Teknik Mesin Disini

Memeriksa Nilai Nol
Periksa nilai nol dari micrometer menurut instruksi ini :
1. Cekam ringan selembar kertas pada permukaan ukur.
2. Tarik secara lembut melewati permukaan ukur.
3. Putar rachet secara perlahan untuk membawa permukaan ukur pada sleeve sampai bersentuhan dengan anvil.
4. Selanjutnya putar ratchet sampai dengan satu kali click, segera setelah ratchet selip.
NB : Perputaran yang cepat dari ratchet dapat menyebabkan kesalahan pembacaan.
5. Pastikan bahwa garis nol pada thimble sejajar dengan garis index pada sleeve. Ulangi proses tersebut 2 atau 3 kali untuk memastikan kesejajaran.
6. Jika garis nol pada thimble tidak sejajar dengan garis index pada sleeve tidak sejajar. Maka alat tersebut wajib untuk dikalibrasi.
Periksa nilai nol dari interchangeable anvil micrometer menurut instruksi dibawah ini :
1. Bersihkan permukaan ukur dari micrometer dengan kain halus.
2. Bersihkan permukaan ukur dari tester pieces pada interchangeable anvil.
3. Tempelkan permukaan ukur dari tester pieces pada interchangeable anvil.
4. Putar ratchet stop sampai permukaan ukur dari micrometer menyentuh permukaan ukur dari tester pieces yang lain.
5. berhenti memutar ratchet stop setelah 3 kali bunyi “klik” terdengar.
NB : Perputaran yang cepat dari ratchet dapat menyebabkan kesalahan pembacaan.
6. Periksa apakah skala menunjukkan angka nol. Jika tidak alat tersebut harus dikalibrasi.
Pengukuran
1. Jika pengukuran dilakukan pada benda yang terpasang pada mesin. Matikan mesin dan tunggu sampai benda tersebut berhenti berputar.
2. Pastikan bahwa benda yang akan diukur telah dalam keadaan bersih dari chip hasil proses permesinan (tatal) dan kotoran lainnya.
3. Pastikan benda kerja tidak dalam keadaan panas (tidak ada kemungkinan perubahan ukuran) karena proses permesinan.
4. Jika menggunakan stand untuk micrometer, pastikan bahwa alat tersebut dicekam pada tengah-tengah frame dengan tool stand. Jangan terlalu kencang dalam mencekamnya.
5. Letakkan satu sisi benda yang akan diukur pada bagian anvil.
6. Pastikan anvil dan spindle dari micrometer berada pada 1 garis dengan garis tengah benda kerja (untuk benda slindris).
7. Putar ratchet stop sampai benda yang diukur tercekam.
8. Berhentilah setelah 3 kali bunyi “klik” dari ratchet stop terdengar, jangan mencoba untuk memutar thimble ketika mencekam.
NB : Perputaran yang cepat dari ratchet dapat menyebabkan kesalahan pembacaan.
9. Catat hasil pengukuran.
10. Untuk menghindari kesalahan ukur oleh operator, maka lakukan pengukuran kemudian selalu cross check dengan tuntunan pada gambar.
11. Baca hasil pengukuran dari sudut yang tepat (sejajar dengan skala) untuk menghindari kesalahan parallax.
12. Jangan melepaskan micrometer ketika permukaan ukur dari micrometer masih menjepit benda kerja.
13. Bebaskan spindle hanya dengan memutar thimble. (dalam proses handlingnya tidak disarankan untuk membawa micrometer pada bagian thimblenya saja, karena akan merusak alat).
14. Periksa nilai nol secara periodic ketika melalukan pengukuran untuk memastikan tidak ada perbedaan/ketidakcocokan. Pengukuran seharusnya selalu dilakukan di dalam kondisi yang sama dengan penyetingan nilai nol untuk pengukuran.

Inside Micrometer
Secara umum pengukuran diameter dalam suatu benda kerja dapat dilakukan dengan 2 jenis inside micrometer antara lain :
1. Tubular Inside Micrometer
2. Three Point Inside Micrometer.
Berikut ini adalah gambar dan bagian dari inside micrometer.

Pembacaan Skala

Persiapan
1. Pilihlah inside micrometer sesuai dengan pengukuran yang akan dilakukan (jenis, range ukuran, graduation, dan spesifikasi lainnya).
2. Pilihlah inside yang periode kalibrasinya masih berlaku.
3. Periksalah permukaan ukur dari inside micrometer dari tanda-tanda kerusakan. Apabila didapati kerusakan sebaiknya tidak digunakan untuk pengukuran
4. Sebelum melakukan pengukuran bersihkan benda kerja dari chips (tatal), debu serta kotoran-kotoran lainnya.
5. Pastikan juga benda kerja sudah berada pada suhu kamar (tidak memungkinkan perubahan ukuran).
6. Bersihkan inside micrometer dari debu, oli dan kotoran lainnya sebelum digunakan.
Pengukuran Dengan Tubular Inside Micrometer

Berikut merupakan langkah-langkah melakukan pengukuran dengan menggunakan tubular micrometer :
1. Susunlah tubular micrometer tersebut sehingga sesuai dengan ukuran diameter dalam yang akan diukur.
2. Setting tubular micrometer sehingga ukurannya lebih kecil daripada diameter dalam yang akan diukur.
3. Tempelkan permukaan ukur dari tubular micrometer yang fixed pada permukaan benda kerja yang akan diukur.
4. Dengan perlahan putar rachet stop sampai permukaan anvil yang lain menyentuh permukaan benda kerja yang akan diukur.
5. Pastikan bahwa tubular micrometer tersebut tegak lurus dengan benda kerja. Ketidaklurusan akan menyebabkan kesalahan fatal dalam pengukuran.
6. Catat hasil pengukuran.
7. Jangan melepaskan tubular micrometer yang masih menjepit benda kerja.
8. Kendorkan tubular micrometer tersebut dengan memutar thimble.
Pengukuran dengan Three Point Inside Micrometer
1. Putar Thimble berlawanan arah jarum jam sehingga kontak poinnya lebih kecil dari pada diameter yang akan diukur.
2. Masukkan alat ukur ke dalam benda kerja pada diameter dalam yang akan diukur.
3. Putar rachet searah jarum jam sambil pastikan bahwa kontak point dari inside micrometer tegak lurus dengan sisi panjang diameter dalam.
4. Berhentilah memutar ratchet sesaat setelah mendengar “klik” yang pertama. Jangan menggunakan gaya yang terlalu besar, sehingga tidak terjadi kesalahan dalam pembacaan hasil akhir pengukuran.
5. Catat hasil pengukuran
6. Jangan menarik keluar inside micrometer dalam keadaan kontak poin masih bersentuhan dengan benda kerja.
7. Kendorkan terlebih dahulu dengan memutar thimble berlawanan arah jarum jam. Tarik keluar alat ukur dari benda kerja.

Jika bermanfaat tinggalkan komentar gan..
Buat yang ingin Handbook Teknik Mesin Disini

Monday, 19 October 2015

Gearbox - Aplikasi Roda Gigi

Gearbox adalah salah satu bentuk aplikasi dari roda gigi dimana roda gigi disusun menjadi beberapa stage/tingkat untuk menghasilkan output putaran atau daya yang diinginkan.
Fungsi Gearbox
Merubah kecepatan
Merubah besarnya Torsi

Buat yang ingin Handbook Teknik Mesin Disini

Kelebihan dari gearbox :
Daya yang ditransmisikan dapat diatur dengan rasio/perbandingan
Gerakan tidak mudah selip
Dapat mentransmisikan daya dengan akurat
Dapat beroperasi dengan kecepatan yang sangat tinggi
Kokoh/kaku

Kekurangan gearbox
Gearbox memerlukan perawatan berupa lubrikasi
Gearbox memerlukan kelurusan yang teliti
Gearbox dapat menimbulkan suara yang berisik

Tipe dan Aplikasi Gearbox
1. SPUR GEAR BOX
Keistimewaan :
Poros paralel
Kecepatan dan beban tinggi
Efisiensi tinggi (98%)
Aplikasi :
 Cocok untuk semua tipe pengangkut dengan rasio kecepatan yang besar

2. HELICAL GEAR BOX
Keistimewaan :
Poros paralel
Kecepatan dan beban sangat tinggi
Efisiensi sedikit dibawah spur gearbox (96 – 98%)
Aplikasi :
Cocok untuk kecepatan dan beban tinggi

3. CROSSED HELICAL GEAR BOX
Keistimewaan :
Poros miring
Kecepatan tinggi
Beban tinggi
Aplikasi :
Untuk daya luncur rendah
Beban tekanan tinggi
Digunakan pada roda gigi planetary untuk menghasilkan rasio reduksi besar
Tidak cocok untuk hubungan yang presisi karena keterbatasan desain

4. BEVEL GEAR BOX
Keistimewaan :
Poros tegak lurus
Kecepatan tinggi
Beban tinggi
    Aplikasi :
Cocok untuk rasio 1:1
  Untuk rasio kecepatan tinggi
  Cocok untuk sudut siku-siku, khusus rasio rendah
  Tidak untuk presisi tinggi karena bentuk roda gigi yang rumit

5. WORM GEAR BOX
  Keistimewaan :
Poros miring siku-siku
Rasio kecepatan tinggi
Kecepatan dan Beban tinggi
Efisiensi rendah
Aplikasi :
Cocok untuk rasio kecepatan tinggi dengan sudut tertentu
Cocok untuk presisi tinggi tetapi terbatas
Cocok untuk kepresisian umum
Sangat tepat untuk kombinasi rasio kecepatan tinggi dan penggerak sudut siku

6. PLANETARY GEAR BOX
Planetary gear merupakan system gear yang terdiri dari gear output dan planet gear.  Planetary gear set memberikan efek peningkatan kecepatan, pengurangan kecepatan, perubahan arah, netral, dan penggerak langsung. Planetary gear set juga dapat memberikan variasi kecepatan pada tiap tingkatan operasi, dengan pengecualian netral dan penggerak langsung. 
Secara umum planetary gear set digunakan pada transmission di mobil atau alat berat, selain itu pada penggerak akhir tepatnya axle assembly di roda pun terdapat planetary gear set walaupun tidak bisa diatur variasi speed dan direction (tetap).
Selain itu mesin cuci pun ada yang sudah menggunakan planetary gear set.

7. CYCLO GEARBOX
Cyclo gearbox adalah salah satu bentuk variasi dari planetary gear, dimana  gearbox ini bekerja berdasarkan prinsip cyclodial untuk mencapai rasio reduksi yang tinggi tanpa mengorbankan efisensi dan kekompakannya (kepraktisannya). Efisiensi yang  tinggi ini diperoleh dengan meminimalkan gesekan antara roller shaft dan disknya dan selain itu juga dapat menahan beban kejut hingga 500% dari nilai torsinya.


Problem and Cause in Gearbox
Kegagalan dalam gearbox dapat dibagi menjadi 2 bagian :


1. Temperatur Tinggi
Possible cause
Beban gearbox berlebih :
Beban melebihi kapasitas dari gearbox
Saran : Cek nilai kapasitas dari gearbox, ganti dengan gearbox yang mencukupi nilainya
Lubrikasi yang kurang tepat :
Lubrikasi tidak mencukupi
Saran : Cek level pelumas dan atur penambahannya sesuai dengan level yang direkomendasikan
Lubrikasi berlebih
Saran : Cek level pelumas dan atur pengurangannya sesuai dengan level yang direkomendasikan
Lubrikasi yang salah
Saran : flushing pelumas yang ada dan ganti dengan pelumas yang benar dan telah direkomendasikan

2. GEARBOX BERSUARA BERISIK
Possible Causes :
Baut pondasi kendor
Struktur pemasangan lemah
Saran :
Periksa (inspeksi) pondasi pemasangan gearbox, kencangkan baut yang kendor dan atau perkuat struktur dan pemasangannya
Baut penekan lepas/kendor
Saran :
mengencangkan baut

Kegagalan bearing
Dapat berkaitan dengan kurangnya lubrikasi
Saran :
Ganti bearing, bersihkan dan flushing gearbox dan isi dengan pelumas yang telah direkomendasikan
Beban berlebihan
Saran :
Cek nilai kapasitas dari gearbox, ganti dengan gearbox yang mencukupi nilainya
Pelumas tidak mencukupi
Level pelumas di dalam gearbox tidak dimaintain dengan baik
Saran :
Cek level pelumas dan atur sesuai dengan level rekomendasi pabrikan
Gear rusak
Beban berlebih pada gearbox
Saran :
Bongkar dan cek kondisi gear, ganti bila rusak,  cek beban yang diizinkan pada gearbox

3. KEBOCORAN OLI
Possible Causes :
Seal aus:
Disebabkan oleh kotoran atau kerikil halus yang memasuki seal
Saran :
Ganti seal, kemungkinan filter breather tersumbat, ganti atau bersihkan filter
 Pengisian terlalu penuh pada gearbox
Saran :
Cek level pelumas dan atur sesuai level yang direkomendasikan
Lubang angin tersumbat
Saran :
Bersihkan atau ganti elemen. Pastikan untuk mencegah kotoran agar tidak masuk ke dalam gearbox


Terjadinya kegagalan  pada oli dapat disebabkan karena penanganan dan maintenance/perawatan oli yang salah

Penanganan oli yang buruk seperti di atas akan menyebabkan terjadinya :
Pembentukan busa pada oli (Foaming)
1. Pembentukan busa pada oli (Foaming)
Efeknya adalah :
Level oli sukar untuk dikontrol
Oli dapat tumpah karena bak penampung overflow
Meningkatkan konsumsi oli
Meningkatkan level kebisingan gearbox
Pelumasan gearbox yang buruk
Resiko tinggi untuk bearing/ kerusakan pada gigi roda
Oksidasi
 
2.  Oli terkontaminasi air (Water Contamination)
3.  Oksidasi oli (Oil Oxidation)


Lihat Roda Gigi dan Transmisi Daya Disini
Lihat Contoh Soal Roda Gigi Disini

Buat yang ingin Handbook Teknik Mesin Disini

Jika bermanfaat tinggalkan komentar gan..

Roda Gigi - Contoh Soal

Contoh Soal Pertama



















Buat yang ingin Handbook Teknik Mesin Disini


Contoh Soal Kedua
Berapakah gear ratio antara gear A and B?
Berapakah gear ratio antara gear B and C ?
Berapakah gear ratio antara gear C and D ?
Berapakah gear ratio train gear?
Jadi gear ratio adalah 2, maksudnya ialah untuk 2 kali putaran input menghasilkan 1 kali putaran output.

Efisiensi Gear
Efisiensi Gear adalah perbandingan antara besarnya torsi yang dihasilkan (output) dengan torsi yang diberikan (input).
Nilai Efisiensi suatu alat selalu kurang dari 1.


Contoh Soal Ketiga

Jika gearbox ini dapat bekerja dengan efisiensi sampai dengan 100% maka besarnya torsi yang dihasilkan adalah 3600 in-lb x 150 = 540000 in-lb.

Lihat tentang Roda gigi dan Transmisi Daya Disini

Jika bermanfaat isi komentar ya gan..
Terimakasih.

Roda Gigi - Transmisi Daya (Power Transmission)

Transmisi Daya (Power Transmission) adalah upaya untuk menyalurkan/memindahkan daya dari sumber daya (motor diesel,bensin,turbin gas, motor listrik dll) ke mesin yang membutuhkan daya (mesin bubut, pompa, kompresor, mesin produksi dll).



Roda gigi adalah salah satu bentuk sistem transmisi yang mempunyai fungsi mentransmisikan gaya, membalikkan putaran, mereduksi atau menaikkan putaran/kecepatan.

Kelebihan Roda Gigi
Sistem transmisinya lebih ringkas, putaran lebih tinggi         dan daya yang besar.
Sistem yang kompak (praktis) sehingga konstruksinya           sederhana.
Kemampuan menerima beban lebih tinggi.
▷    Efisiensi pemindahan dayanya tinggi karena faktor               terjadinya slip sangat kecil.
▷   Kecepatan transmisi rodagigi dapat ditentukan                    sehingga dapat digunakan dengan pengukuran yang kecil    dan daya yang besar.

Buat yang ingin Handbook Teknik Mesin Disini

Secara umum Roda gigi diklasifikasikan menjadi tiga berdasarkan :
Letak porosnya 
Menurut arah putarannya 
Menurut bentuk giginya 

Berdasarkan letak porosnya : 
Poros saling sejajar satu sama lain
Poros saling memotong 
Poros saling menyilang 


Berdasarkan arah putarannya : 
Roda Gigi Luar (External Gearing) Arah putarannya berlawanan 
Roda Gigi Dalam (Internal Gearing) Arah Putarannya searah/sama 


Berdasarkan bentuk giginya :
Roda Gigi Lurus ( Spur Gear)
Roda Gigi Miring ( Helix Gear)
Roda Gigi Kerucut dan Bersudut (Miter gear and  Bevel Gear )
Roda Gigi Cacing ( Worm Gear)

RODA GIGI LURUS (SPUR GEAR) adalah roda gigi yang memiliki  bentuk konstruksi  yang  sederhana  seperti silindris, dengan gigi sekelilingnya, bentuknya lurus dan sejajar dengan poros sumbunya (lubang). Pada umumnya roda gigi ini digunakan untuk mentransmisikan  daya atau putaran antara dua poros yang posisinya sejajar atau paralel.


Ciri-ciri roda gigi lurus :
Daya yang ditransmisikan < 25.000 Hp
Putaran yang ditransmisikan < 100.000 rpm
Kecepatan keliling < 200 m/s
Rasio kecepatan yang digunakan
        - Untuk 1 tingkat ( i ) < 8
- Untuk 2 tingkat ( i ) < 45
- Untuk 3 tingkat ( i ) < 200
( i ) = Perbandingan kecepatan antara penggerak                             dengan yang digerakkan 
Efisiensi keseluruhan untuk masing-masing tingkat 96% - 99% tergantung disain dan ukuran.

RODA GIGI MIRING (HELICAL GEAR) adalah Adalah roda gigi yang pada dasarnya sama dengan roda gigi lurus, perbedaannya terletak pada roda giginya yang miring membentuk sudut terhadap sumbu (lubang). 
 Umumnya gigi pada roda gigi miring ini terbagi menjadi 2, yaitu miring kiri dan miring kanan. 
Arah berlawanan dipakai untuk poros paralel, arah yang sama dipakai untuk poros tegak lurus. Suara lebih tenang dibanding roda gigi lurus, namun vibrasi aksialnya lebih tinggi. 


Jenis-jenis roda gigi miring :
Roda gigi miring biasa (Helical Gear)
Roda gigi miring silang (Crossed-Helical Gear)
Roda gigi miring berganda (Double Helical Gear)
Roda gigi ganda bersambung (Herringbone Gear)



Ciri-ciri roda gigi miring :
Arah gigi membentuk sudut terhadap sumbu poros.
Distribusi beban sepanjang garis kontak tidak                          uniform.
Kemampuan pembebanan lebih besar dari pada roda           gigi lurus.
Gaya aksial lebih besar sehingga memerlukan                         bantalan aksial dan rodagigi yang kokoh.

RODA GIGI KERUCUT (MITER GEAR) adalah roda gigi yang berbentuk seperti kerucut, dan identik dengan bevel, namun jumlah kedua gigi sama, sehingga rasionya selalu 1:1. Roda gigi ini tidak dipakai sebagai perubah kecepatan.

RODA GIGI BERSUDUT (BEVEL GEAR) adalah roda gigi yang yang berbentuk seperti kerucut dan digunakan untuk mentrasnmisikan daya antara dua poros yang saling berpotongan. 


Buat yang ingin Handbook Teknik Mesin Disini

Jenis –jenis roda gigi kerucut :
Roda gigi kerucut lurus 
Roda gigi kerucut miring
Roda gigi kerucut spiral
Roda gigi kerucut hypoid


RODA GIGI CACING (WORM GEAR) adalah Adalah roda gigi yang memiliki konstruksi yang hampir sama dengan spur gear (roda gigi lurus) dengan Perbedaan pada bagian lebar roda terdapat kelengkungan  (radius) yang besarnya sama dengan radius ulir cacing.

Jenis-jenis roda gigi cacing (Worm Gear):
Roda gigi cacing silindris 
Roda gigi cacing globoid




Ciri-ciri roda gigi cacing (worm gear)
Kedua sumbu saling bersilang dengan jarak sebesar a, biasanya sudut yang dibentuk kedua sumbu sebesar 90°. 
Kerjanya halus dan hampir tanpa bunyi. 
Umumnya arah transmisi tidak dapat dibalik untuk menaikkan putaran dari roda cacing ke cacing (mengunci sendiri). 
Perbandingan reduksi bisa dibuat sampai 1 : 150.
Rodagigi cacing efisiensinya sangat rendah, terutama jika sudut kisarnya kecil 

Kerjasama Roda Gigi
1. Sumbu rodagigi sejajar/paralel:
Dapat berupa kerjasama rodagigi lurus, miring atau spherical 
2. Sumbu rodagigi tegak lurus berpotongan :
Dapat berupa roda gigi trapesium/payung/ bevel dengan profil lurus (radial), miring (helical) atau melengkung (spherical) 
3. Sumbu rodagigi menyilang tegak lurus :
Dapat berupa rodagigi cacing(worm), globoida, hypoid, spiroid atau roda gigi miring atau melengkung. 
4. Sumbu rodagigi menyilang :
Dapat berupa rodagigi skrup(screw/helical) atau spherical. 
5. Sumbu roda gigi berpotongan tidak tegak lurus :
Dapat berupa roda gigi payung/trapesium atau helical dll. 

Syarat dua roda gigi bekerja-sama:
Beberapa hal yang cukup penting pada kerjasama roda gigi, apabila dua roda gigi atau lebih bekerja sama maka :
1.  Profil gigi   harus sama ( spur atau helical dll)
2. Modul gigi harus sama  ( modul gigi adalah salah satu dimensi khusus roda gigi)
3. Sudut tekanan harus sama ( sudut perpindahan daya antar gigi) 
Modul gigi adalah besaran/dimensi roda gigi, yang dapat menyatakan besar dan kecilnya gigi .Bilangan modul biasanya bilangan utuh, kecuali untuk gigi yang kecil. (Bilangan yang ditulis tak berdimensi, walaupun dalam arti yang sesungguhnya dalam satuan mm ) 
Sudut tekanan adalah sudut yang dibentuk antara garis singgung dua roda gigi dan garis  perpindahan gaya  antar dua gigi yang bekerja sama. 



Sudut  tekanan (a ) sudut yang dibentuk dari garis horisontal dengan garis normal dipersinggungan antar gigi. Sudut tekanan sudah di standarkan yaitu :  a   = 20 0 .
Akibat adanya sudut tekanan ini, maka gaya yang dipindahkan dari roda gigi penggerak (pinion) ke roda gigi yang digerakkan (wheel), akan diuraikan menjadi dua gaya yang saling tegak lurus (vektor gaya), gaya yang sejajar dengan garis singgung disebut : gaya tangensial, sedang gaya yang tegak lurus garis singgung ( menuju titik pusat roda gigi) disebut gaya radial. 


Gaya tangensial: merupakan gaya yang dipindahkan dari roda gigi satu ke roda gigi yang lain. 
Gaya radial: merupakan gaya yang menyebabkan kedua roda gigi saling mendorong ( dapat merugikan).

Modul & Pressure Angle 



Istilah-Istilah Dalam Roda Gigi

1.  Jumlah gigi (Z) ; 
►Banyaknya gigi di sekeliling silinder gigi.
2.   Modul (M); 
► Besaran yang menentukan bentuk dan ukuran roda gigi 
M =  t /  (pi) 
T = jarak bagi gigi (pitch)
M = ditulis tanpa satuan ( diartikan dalam: mm) 
3.   Tinggi gigi (H)
         ha = tinggi kepala gigi (ha = M)
         hd = Tinggi kaki gigi  (hd = 1,1 s/d 1,3 M)
  H = ha + hd 
4.    Diameter lingkaran singgung (Diameter Pitch cyrcle =Dp)
        ►Diameter lingkaran gigi yang selalu bersinggungan dengan diameter lingkaran gigi pasangannya 
Dp = M . Z
5.   Garis tengah lingkaran luar/kepala (Diameter Adendum cyrcle=Da)
       ► Garis tengah lingkaran gigi bagian luar 
Da = Dp + 2 Ha
6     Garis tengah lingkaran dalam (Diameter Dedendum cyrcle=Dd)
       ►  Garis tengah lingkaran gigi bagian dalam 
Dd = Dp – 2hd
7. Garis singgung persekutuan dalam 
       ► Garis yang melalui titik singgung kedua lingkaran singgung roda gigi berpasangan.

8.   Sudut tekan (ά)
► sudut yang terletak diantara garis singgung persekutuan dalam dengan garis tekan 
9. Garis tekan 
► garis yang melalui titik singgung pesekutuan dalam dan membuat sudut tertentu terhadap garis singgung persekutuan dalam 
10. Cyrcular pitch (Cp = t)
►panjang busur lingkaran jarak antara untuk profil gigi yang berdekatan dari sebuah roda gigi 
11. Clearence 
►kelonggaran gigi pada arah tinggi gigi 
12. Back lash
►kelonggaran gigi pada arah tebal gigi 

Perhitungan Dalam Roda Gigi
Dalam transmisi roda gigi kita mengenal adanya input (Masukan) dan output ( Keluaran), juga kita mengenal adanya Efisiensi gear.
Apabila putaran keluaran (output) lebih rendah dari masukan (input) maka transmisi disebut : reduksi (reduction gear), tetapi apabila keluaran lebih cepat dari pada masukan maka disebut : inkrisi ( increaser gear). 
Kerjasama lebih dari dua roda gigi disebut : transmisi kereta api (train gear). 
Perbadingan input dan output disebut : perbandingan putaran transmisi (speed ratio), dinyatakan dalam notasi : i 
Speed ratio :  i =  n1 / n2  = d2 / d1 = z2 / z1
Apabila: i  <  1     = transmisi roda gigi inkrisi
         i  >  1     = transmisi roda gigi reduksi 

n = Kecepatan (rpm)
d = Diameter  ( in) 
Z = Jumlah gigi
Perbandingan Gear ( Gear Ratio)
Variabel yang perlu diketahui 
z = Jumlah gigi 
d = Diameter
n = Kecepatan (speed)
    τ = Torsi

GR = gear Ratio

Lihat Contoh Soal Roda Gigi Disini
Buat yang ingin Handbook Teknik Mesin Disini

Jika bermanfaat isi komentar ya gan..


Terimakasih.

Sunday, 18 October 2015

Mekanika Fluida - Program Aplikasi Saluran Pipa Tunggal dan Ganda

Salam Teknik Mesin

SALURAN PIPA TUNGGAL DAN GANDA

Dalam dunia teknik (Engineering, istilah keren 😎 nya), baik itu mechanical, electical, industri 🏭, sipil, akan selalu menggunakan formula atau persamaan-persamaan untuk melakukan perhitungan.

Metode perhitungan yang banyak dan panjang, serta perlunya data yang diperoleh dari pembacaan diagram, hal ini akan menyita banyak waktu, pikiran dan tenaga tentunya,..




DAPATKAN EBOOK & APLIKASINYA DISINI

Untuk itu para master atau sesepuh kita (orang barat sana gitu...) telah menciptakan aplikasi komputer 💻 yang dapat kita manfaatkan untuk mempermudah pekerjaan kita (yang saya jelasin diatas tadi).. Misalnya aja Microsoft Excel, visual Basic, matlab, SAP, autocad, solidwork, dan masih banyak lagi program yang dapat kita gunakan.

Meskipun demikian hal dasar harus kita ketahui dan pahami, bahwa kemudahan tersebut dapat mengurangi nilai kemampuan kita untuk kondisi manual.. Contohnya untuk mengetahui suatu nilai dari diagram maka kita harus menarik garis dan menghubungkannya ke garis lain kemudian di hitung dengan cara interpolasi, sama halnya menghitung data dari tabel, atau menggambar teknik dengan pensil, penggaris dan jangka. Kita juga harus tahu persamaan apa yang digunakan.. 

Untuk itu ebook ini akan menjelaskan cara kerja secara manual yaitu menghitung dengan persamaan dan menjelaskan cara pembacaan diagram kemudian di kolaborasikan dengan program Microsoft Excel, visual Basic sehingga kita dapat lebih mudah mengerjakan tugas yang dengan waktu yang singkat dan mudah tentunya.

LIHAT HANDBOOK TEKNIK MESIN DISINI


Namun jika ingin program aplikasi VB untuk penunjang skripsi, silahkan order dengan mengirim data ke alamat kami.

Terimakasih